Jaya Suprana School of Performing Arts bekerjasama dengan Sanggar Swargaloka, menggelar kesenian budaya tari tradisional Festival Bedhayan 2018 yang didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunanan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan disponsori oleh Jamu Jago, Djarum Foundation, BCA dan Sinarmas. Acara ini digelar pada tanggal 4 Maret 2018, bertempat di Gedung Kesenian Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Bapak Ghafur Akbar Dharma Putra Staff Ahli Bidang Sustainable Development Goes Pasca 2015 yang mewakili ibu Puan Maharani (Menteri Koordinator Bidang Pembangunanan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Perwakilan Kementrian Pariwisata, Perwakilan dari Menpora, Duta Besar Vietnam, Duta Besar Brasil, Duta Besar Kuba, Duta Besar Argentina, Perwakilan Duta Korea Utara, Perwakilan Duta Besar Korea Selatan, Beny Yp Siahaan, HS.Dillon, Akbar Tanjung, Guruh Soekarno Putra, Sandiyawan Sumardi dan Soraya Haque.

Dibuka dengan Panembrama (nyanyian penghormatan untuk menyambut kedatangan tamu kehormatan) yang dibawakan oleh setiap perwakilan dari kelompok penari, serta penyerahan piagam kepesertaan dari Kemenko (PMK). Festival Bedhayan ini diikuti oleh 13 kelompok tari dari Jakarta, Bandung dan Solo. 13 kelompok tari tersebut antara lain Jaya Suprana School of Performing Arts menampilkan Bedhayan Tembang Alit, Smile Motivator Bandung menampilkan Bedhayan Wayang Sunyi Tanah Pasundan, Pupo Budoyo menampilkan Bedhayan Sekar Kedayon Mojokalpoku, Surakartist Solo menampilkan Bedhayan Merti Bumi, Ari Sutha Center menampilkan Bedhoyo Wilwatikta, Wayang Orang Bharata menampilkan Bedhoyo Majakirana, Komunitas Pecinta Tari Jawa Purwakanthi menampilkan Bedhayan Saptaharga, Sekar Tanjung Dance Company menampilkan Bhedaya Catur Sagotro, Gemah Wins Production menampilkan Astawaning Retna, Sekar Puri menampilkan Bedhoyo Kirana Ratih, Gending Enem menampilkan Bedhaya Pangkur, Gaia Indonesia Culture Society menampilkan Gending Sriwijaya, Swargaloka School Of Dance menampilkan Bedhayan Dewi Sri.

Dalam pergelaran ini dihadiri oleh tiga pengamat seni Tari Bedhayan diantaranya Ibu Dra. G.R.Ay Koes Murtiyah. M.P.d, Bapak KP Sulistyo Tirto Kusumo, Bapak Wahyu Santosa Prabowo, S.Kar dari (ISI) Institute Seni Indonesia. Para pengamat kagum dengan penampilan para penari, dimana mereka terdiri dari usia muda sampai dengan usia tua. Dalam pagelaran tersebut ada satu kelompok tari yang mendapat perhatian lebih dari para pengamat, dimana mereka menarikan Tari Bedhayan dengan keterbatasan indera pendengaran mereka, namun mereka mampu menampilkan tarian yang sangat mengagumkan. Kelompok tersebut yaitu Smile Motivator Bandung yang menampilkan Wayang Sunyi Tanah Pasundan.

Pergelaran ini ditutup dengan ulasan dan penyerahan raport kepada para peseta dari Jaya Suprana School of Performing Arts yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan penari dari setiap kelompok oleh para pengamat.

 

 

1.Jaya Suprana School of Performing Arts menampilkan Bedhayan Tembang Alit

2. Smile Motivator Bandung menampilkan Bedhayan Wayang Sunyi Tanah Pasundan

3. Puspo Budoyo menampilkan Bedhayan Sekar Kedayon Mojokalpoku

4. Surakartist Solo menampilkan Bedhayan Merti Bumi

5. Ari Sutha Center menampilkan Bedhoyo Wilwatikta

6. Wayang Orang Bharata menampilkan Bedhoyo Majakirana

7. Komunitas Pecinta Tari Jawa Purwakanthi menampilkan Bedhayan Saptaharga

8. Sekar Tanjung Dance Company menampilkan Bhedaya Catur Sagotro

9. Gemah Wins Production menampilkan Astawaning Retna

10. Sekar Puri menampilkan Bedhoyo Kirana Ratih

11. Gending Enem menampilkan Bedhaya Pangkur

12. Gaia Indonesia Culture Society menampilkan Gending Sriwijaya

13. Swargaloka School Of Dance menampilkan Bedhayan Dewi Sri